7 Coaching Tips for Managers and Leaders

Peran pemimpin (Leader) dan pengelola (manager) sangat penting untuk keberhasilan suatu bisnis, satu peran tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa keberadaan peran yang lain. Pemimpin yang tidak bisa mengelola (to manage) akan gagal dalam kepemimpinannya, sementara manajer yang tidak bisa memimpin (to lead) akan gagal dalam aktivitas manajerialnya.  Dalam bertindak keduanya akan selalu berkaitan dengan bawahan dan lingkungan kerja.

Bagaimana kreativitas dan dinamikanya seorang pemimpin atau manajer dalam menjalankan tugas dan wewenangnya akan sangat menentukan keberhasilan tercapai atau tidaknya tujuan organisasi atau perusahaan tersebut.  Perlunya kombinasi dan campuran yang tepat di antara keduanya, sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Seorang pemimpin harus memiliki dasar kepemimpinan yang baik, dengan salah satu bagian pentingnya adalah kemampuan dan keahlian melakukan coaching atau melatih. Dengan melakukan proses melatih tersebut seorang pemimpin dan manajer akan dapat  menjalankan sekaligus menyeimbangkan 2 fungsi utama mereka yaitu memimpin (leading) dan mengelola (managing).

Menurut ICF- Coaching adalah hubungan kemitraan dengan klien (kemitraan antara atasan dengan bawahan) dalam memprovokasi pikiran, yang merupakan sebuah proses kreatif yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mereka.

“Perusahaan atau organisasi dengan pemimpinnya yang senior dan melaksanakan coaching secara efektif  pada  umumnya akan meningkatkan profit bisnis mereka sebesar 21% dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melakukan coaching.” – Deloitte

Bagaimana seorang pemimpin ataupun manajer  memilih metode coaching yang tepat bagi karyawannya dapat disimak dalam tips berikut  ini.

7 Tips keterampilan dan kompetensi utama yang berperan dalam melakukan metode coaching bagi karyawan :

1.    Ajukan pertanyaan yang tepat

Pertanyaan-pertanyaan (bukan pernyataan-pernyataan) yang tepat dan menyentuh inti permasalahan akan menuntun pada jawaban yang bagus, dan jawaban yang bagus akan menghasilkan percakapan yang padat dan informatif. Penting bagi seorang pemimpin atau manajer untuk mengembangkan hubungan yang kuat dengan karyawannya. Hal ini akan membantu dalam menentukan apakah karyawan : peduli terhadap perusahaan,  memiliki kemampuan kerja, pro-aktif dalam bertindak ataupun memiliki semangat yang tinggi terhadap tujuan bersama.

2.   Lakukan pendekatan yang positif

Pemimpin dan manajer yang baik akan selalu berusaha mempertahankan pandangan positif terhadap berbagai hal, bahkan dalam situasi sulit sekalipun. Dengan melakukan pendekatan yang positif akan memberikan umpan balik positif yang konstruktif dalam rangka menggali pencapaian potensi diri dari karyawannya. Sikap positif terhadap situasi akan membantu pemimpin dan bawahannya dalam merespons dan bereaksi positif terhadap perubahan-perubahan yang meningkatkan kinerja.

3.   Dengarkan dan simak baik-baik

Karyawan cenderung memiliki banyak masukan, pertanyaan, dan umpan balik. Dengan menjadi pendengar yang baik mereka akan mengetahui bahwa atasan mereka cukup peduli untuk mendengarkan apa yang mereka katakan, dan mendorong mereka untuk membagikan pendapat mereka.

Ajukan pertanyaan tentang rencana karir mereka, atau bagaimana mereka melihat peran mereka berkembang di perusahaan. Meskipun mereka belum menyusun rencana, pertanyaan-pertanyaan ini akan membuat mereka berpikir tentang karir mereka dan apa yang ingin mereka capai dalam perusahaan.

4.   Kuasai cara memandu percakapan

Di sinilah keterampilan berkomunikasi dan kecerdasan emosi akan benar-benar berperan. Pemimpin dan manajer harus  memandu percakapan dengan mengajukan pertanyaan dan mendengarkan, bukan dengan memberikan arahan. Karyawan akan belajar dan berkembang ketika mereka menemukan jawabannya sendiri.

Hindari memberikan ungkapan atau pernyataan yang bernuansa menghakimi (judging), menggurui (telling), memarahi (yelling), mengasumsi (assuming), memanipulasi pemikiran (manipulating), dan memberi nasihat (advising) atau solusi praktis.

5.   Berkomitmen untuk terus belajar

Pemimpin dan manajer harus berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dirinya sendiri, hal ini akan menjadi contoh yang baik bagi karyawan, dan memacu mereka untuk mengikuti komitmen anda.

Beri perhatian yang memperlihatkan ketertarikan terhadap karier, pencapaian, dan kesuksesan profesional karyawan, dan perlihatkan bahwa keinginan untuk melakukan yang baik adalah demi pencapaian keinginan mereka tersebut, bukan keinginan supaya pemimpin terlihat lebih baik.

6.   Meninjau dan merencanakan tindakan

Pada akhir setiap sesi coaching perlu untuk meninjau, memeriksa pemahaman dan mengkonfirmasikan rencana tindakan. Pemimpin harus berkoordinasi dengan karyawan untuk menetapkan tujuan penting dan pada akhirnya menagih tindakan-tindakan nyata apa yang harus diambil dan harus dijalankan oleh karyawan. Setelah tujuan telah ditetapkan, maka karyawan akan bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.

7.   Selalu beri bantuan dan dukungan

Pemimpin dan manajer harus merubah pendekatan manajerial yang dilakukan sehari-hari menjadi pendekatan coaching yang mengharuskan seorang pemimpin untuk bertindak melayani. Mempelajari apa yang membuat bawahan tertarik sehingga dapat membantu mereka menjadi berhasil adalah kompetensi kunci dari seorang pemimpin dan manajer yang baik. Pemimpin yang baik akan ada bagi karyawan ketika mereka membutuhkan bantuan dan memberikan dukungan serta motivasi untuk mencapai tujuan.

Ketika mereka mencapai kesuksesan, rayakanlah dengan mereka dan berikan ucapan selamat kepada mereka. Berikan umpan balik dan tinjau kembali perilaku positif dan negatif mereka. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk membantu mereka berkembang, akan membuat mereka lebih mempercayai Anda, dan akan meningkatkan komunikasi dan hubungan yang lebih baik.

Pemimpin dan manajer yang bertindak sebagai seorang Coach akan mendapatkan dukungan dan loyalitas yang tinggi dari para bawahannya, dimana karyawan akan lebih termotivasi, lebih terberdayakan, lebih kreatif dan inovatif serta pro-aktif dalam bertindak serta mengembangkan rasa memiliki yang tinggi terhadap tujuan bersama.

Karena itu sangat perlu untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi utama coaching bagi pemimpin dan manajer yang berperan dalam melakukan metode coaching bagi karyawan untuk memberikan kemampuan leadership yang kuat, meningkatkan kinerja dan produktivitas.

Bagaimana meningkatkan keterampilan coaching yang baik bagi pemimpin dan manajer dapat Anda pelajari disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *